Tugas 4. ANALISA TUGAS 1, 2 DAN 3

on 20140705
Flowchart atau diagram alir merupakan sebuah diagram dengan simbol-simbol grafis yang menyatakan aliran algoritma atau proses yang menampilkan langkah-langkah yang disimbolkan dalam bentuk kotak, beserta urutannya dengan menghubungkan masing-masing langkah tersebut menggunakan tanda panah. (wikipedia)

Pada tugas pertama, flowchart yang digunakan yaitu flowchart sequencing (berurutan). Pada flowchart ini, alur kerjanya mengalir berurutan dari awal hingga akhir, dengan kata lain tidak terdapat pengulangan maupun percabangan. Pada kasus ini, alur kerja catu daya dilakukan secara berurutan dari input hingga output.

Pada tugas kedua, flowchart yang digunakan yaitu flowchart dengan looping (pengulangan). Pada flowchart ini, struktur perulangannya digunakan untuk mengulangi langkah-langkah sebelumnya sampai suatu kondisi terpenuhi. Pada kasus ini, perulangan terjadi saat konsumen menekan tombol * (bintang) pada handphone, maka akan mengulang ke menu utama layanan im3 kembali.

Tugas ketiga membahas tentang sistem kendali loop tertutup. Sistem kendali loop tertutup merupakan sistem kendali yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung terhadap aksi pengendaliannya atau dapat dikatakan berumpan balik. Sistem kontrol loop tertutup ini lebih rumit dibanding dengan loop terbuka, namun tingkat kestabilannya relatif konstan dan tingkat kesalahannya kecil bila terdapat gangguan dari luar sistem.

Keuntungan dari membuat flowchart itu sendiri yaitu untuk memudahkan dalam pembuatan program. Jenis flowchart yang digunakan juga sebaiknya sesuai dengan program yang akan dibuat. Misal ingin membuat program yang di dalamnya terdapat kondisi yang berulang-ulang, maka gunakan looping agar efisien.
 

Tugas 3. LOOP TERTUTUP

on 20140610
A. Sistem Kendali Loop Tertutup

Sistem kendali loop tertutup (closed-loop control system) adalah sistem kendali yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung terhadap aksi pengendaliannya. Dengan kata lain, sistem kendali loop tertutup adalah sistem kendali berumpan-balik.

Sistem Kontrol Loop Tertutup

B. Contoh Aplikasi Loop Tertutup

  1. Dispenser 
  2. Pompa Air Otomatis
  3. Setrika Otomatis
  4. AC 
  5. Lemari Es

C. Aplikasi Loop Tertutup Pemanas Air Pada Dispenser

Dispenser adalah salah satu alat rumah tangga yang menggunakan listrik untuk dapat memanaskan elemen panas maupun menjalankan mesin pendinginnya. Sebagai pemanas air, di dalam dispenser ini terdapat  heater sebagai komponen utamanya. Heater berfungsi untuk memanaskan air yang ada pada tabung penampung, heater umumnya memiliki daya sekitar 200-300 Watt.

Dispenser juga dilengkapi dengan Thermostat. Pada tabung dispenser dipasang heater / pemanas serta sensor suhu atau thermostat yang berfungsi untuk membatasi kerja heater agar tidak bekerja terus-menerus yang akan menimbulkan suhu air dalam tabung dispenser berlebihan. Ketika suhu air yang dipanaskan heater mencapai suhu tertentu sehingga melebihi suhu kerja sensor/thermostat maka sensor akan bekerja dan memutuskan arus yang mengalir ke heater. Dengan demikian, heater akan berhenti bekerja sehingga suhu air tetap terjaga sesuai dengan kebutuhan.

Dalam hal ini sistem kendali yang dimiliki oleh dispenser adalah loop tertutup karena dispenser memberikan feedback yaitu akan terus memanaskan sampai suhu air yang diinginkan tercapai, dan kemudian akan berhenti bekerja sementara jika suhu air sudah tercapai sambil terus membandingkan suhu air.

Kelebihan dan Kekurangan Loop Tertutup
Dibandingkan dengan sistem kontrol loop terbuka, sistem kontrol loop tertutup memang lebih rumit, mahal dan sulit dalam desain. Akan tetapi, tingkat kestabilannya yang relatif konstan dan tingkat kesalahannya yang kecil bila terdapat gangguan dari luar.

Apakah bisa dibuat menjadi loop terbuka?
Pada umumnya, sistem kendali loop tertutup tidak bisa dibuat menjadi loop terbuka. Sehingga, pada dispenser ini tidak bisa dijadikan sistem kendali loop terbuka.

SUMBER:

Tugas 2. LOOPING SAAT KONSUMEN MENELEPON LAYANAN IM3 (388)

on 20140508
Layanan IM3 adalah sebuah wadah dimana konsumen dapat dengan mudah mengetahui informasi-informasi yang berhubungan dengan kartu (simcard) yang sedang digunakan.

Berikut ini adalah bentuk flowchart looping saat konsumen menelepon layanan IM3 :



























Pertama, konsumen melakukan panggilan ke 388. Kemudian, operator akan menjawab dan memberikan 4 pilihan menu utama.

Jika konsumen menekan angka 1, maka operator akan memberitahukan mengenai masa berlaku kartu. Selanjutnya operator akan memberikan pilihan lagi, ingin kembali ke menu utama atau menyudahi panggilan.

Jika konsumen menekan angka 2, maka menu yang dipilih adalah pengisian pulsa. Konsumen dapat mengisi pulsa dengan memasukkan kode voucher yang telah dibeli. Selanjutnya operator akan memberikan pilihan lagi, ingin kembali ke menu utama atau menyudahi panggilan.

Jika konsumen menekan angka 3, maka operator akan memberitahukan lokasi-lokasi dimana saja yang dapat melakukan pengisian pulsa. Selanjutnya operator akan memberikan pilihan lagi, ingin kembali ke menu utama atau menyudahi panggilan.

Jika konsumen menekan angka 4, konsumen akan didaftarkan pada program Raja Voucher IM3. Selanjutnya operator akan memberikan pilihan lagi, ingin kembali ke menu utama atau menyudahi panggilan.

Jika konsumen tidak menekan angka 1,2,3 ataupun 4, maka operator akan memutuskan panggilan.

Tugas 1. CATU DAYA 5 VOLT

on 20140324

Catu daya (power supply) merupakan suatu rangkaian elektronik yang mengubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus listrik searah (DC). Catu daya ini berfungsi sebagai sumber tenaga listrik misalnya pada baterai atau accu.


Nah, gimana sih cara pembuatan catu daya itu?

Pertama-tama, kita membutuhkan :
  • Trafo, Kabel power, PCB, FeCl3, spidol, kertas, solder, timah, alat bor

Kedua, komponen-komponen yang kita gunakan diantaranya :
  • Dioda bridge 4A
  • Resistor 0.1 Ohm, 100 Ohm, 270 Ohm
  • Kapasitor polar 4700uF / 50V
  • Transistor TIP2955
  • IC 7805 dan 7905
  • Kapasitor 10 uF / 35V
  • Fuse 2A
  • LED merah dan hijau

Sudah lengkap semua?

Selanjutnya, berikut adalah contoh skema rangkaian dan flowchart cara kerja catu daya 5 Volt :

Gambar 1. Skema Rangkaian Catu Daya 5 Volt


Gambar 2. Flowchart Catu Daya 5 Volt


Langkah-langkah pembuatan catu daya 5 Volt :

  1. Buatlah layout pada kertas seperti gambar skema rangkaian di atas.
  2. Tempel kertas layout tersebut pada papan PCB, bor sesuai layout yang telah dibuat dengan menggunakan alat bor. Jika sudah selesai, lepas kertasnya.
  3. Salin jalur hasil layout ke papan PCB dengan menggunakan spidol permanen.
  4. Jemur papan PCB sampai spidol benar-benar kering.
  5. Larutkan papan PCB ke dalam larutan FeCl3 hingga tembaganya hilang.
  6. Susun dan solder komponen pada PCB sesuai dengan layout yang telah dibuat.
  7. Selesai.


Mudah bukan?
Kamu tinggal menguji rangkaian yang telah dibuat tadi menggunakan Multimeter. Jika tegangan pada output mendekati 5 Volt, maka rangakaian yang kamu buat berhasil.

Selamat mencoba :)
 


SUMBER:
https://www.academia.edu/4523553/PEMBAHASAN_POWER_SUPPLY